Archive for the ‘galeri foto pernikahan’ tag
Perjanjian Foto Pernikahan
Jika Anda membuat perjanjian mengenai photo pernikahan, misalnya jumlah foto yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan photo pernikahan Anda dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja. Pastikan bahwa Anda dan pasngan membuat perjanjian tertulis dengan studio atau fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen mereka.
Sebaiknya, Anda lebih memilih fotografer penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.
wedding.dagdigdug.com
Foto Pernikahan di Studio Photo
Jika Anda memilih untuk melakukan photo pernikahan di studio photo yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya.
Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer.
Photo pernikahan Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.
mudahmenikah.wordpress.com
Pose Foto Wedding
Setidaknya ada empat macam pose foto liputan pernikahan yang masing-masing menyampaikan pesan yang berbeda. Saat keempatnya muncul dalam foto-foto pernikahan, maka, album pernikahan kita sempurna.
Pose klasik adalah gambar yang menangkap seorang atau sekumpulan orang. These are probably the least time consuming and easiest to shoot for the professional photographer and amateur alike. Kalau kita melihat-lihat foto liputan album foto orangtua kita, bisa jadi sebagian besar-kalau tidak semuanya-merupakan gambar-gambar klasik. Foto tipe ini menuntut kita untuk berdiri tepat di depan kamera dan berdesis “cheese!”. Isinya bisa kita sendiri, kita dan pasangan, bersama orangtua, atau kerabat dan teman-teman lainnya.
Pose klasik pada foto pernikahan dan foto wedding ini sesungguhnya tidak memiliki pesan apa-apa. Ia tidak punya kedalaman menceritakan latar belakang dan seting acara pernikahan itu. Ia cenderung sebagai mesin absensi otomatis dan alat pendeskripsi profile seseorang. Kita bisa mendapati siapa-siapa yang hadir di acara itu sekaligus betapa buruknya makeup tante tuti waktu berfoto bersama. Namun, bukan berarti pose ini tidak penting. Pose klasik punya efek makna yang dalam. Sebagai alat pendeskripsi profile, ia juga sangat dibutuhkan dalam album pernikahan, terlebih jika kelak anak kita melihatnya.Pose ilustratif memasukkan latar belakang bersama subjek fotonya. Tempat kita mengucapkan akad nikah, rangkaian bunga di sepanjang lorong, taman yang luas tempat mengadakan pesta ikut terabadikan bersama kita sebagai subjek foto utamanya. Kita tidak terlalu dituntut untuk berdiri tegak dan menghadap kamera di sini.
Secara natural kamera foto pernikahan dan foto wedding akan menangkap kegiatan kita dan lingkungan sekitarnya. Pengambilan gambar yang berjarak sering dilakukan untuk mendapatkan pose ilustratif yang baik. Karena momen tersebut bisa kapan saja, sebaiknya kita betul-betul tanggap terhadap keadaan. Sebagai tambahan pada kecantikan dan ketampanan si pengantin, pose ilustratif menyuguhkan banyak informasi bagi pemandangnya untuk berkontemplasi karena ia juga bercerita tentang keadaan dan suasana pesta.
Pose fashion menggambarkan sekaligus ekspresi, karakter, dan makna. Tipe ini akan sangat menarik perhatian karena gaya dan ketidakbiasaannya. Kesatuan citra dibutuhkan dalam foto liputan pernikahan ini. Berfoto siluet dengan pasangan berlatarkan cahaya matahari bisa sangat mengagumkan, sementara senyum kita ketika pemasangan cincin dalam gambar close-up merupakan ekspresi yang indah. Lagi, waktu kita berlari mengangkat gaun depan dan ketika ia berdiri berkacak pinggang memegang rangkaian bunga di pundak akan memberikan karakter kuat pada foto liputan pernikahan jenis ini.
Intinya pada hal-hal yang tidak biasa ditangkap kamera foto. Kadang ada sebuah foto yang mengabadikan tangan kita berdua saja. Atau ketika si dia memejamkan mata waktu prosesi siraman. Ketidakbiasaan ini seharusnya bisa langsung ditangkap sebagai momen fashion oleh seorang fotografer. Tapi, kita perlu untuk memberi keleluasaan mereka bereksplorasi terhadap banyak ruang dan momen saat pesta. Nantinya, kita sendiri menemukan banyak sekali hal-hal tidak biasa yang tertangkap kamera. Fashion poses in your wedding album give a jazzy tone to your overall story.
Beberapa Momen untuk Foto Pernikahan
Bila fotografer Anda bukan spesialis foto nikah, daftar yang Anda buat ini akan sangat membantunya.
Anda bisa memilih beberapa dari sekitar 60 momen ini, baik untuk foto still maupun foto candid. Anda bisa menyerahkan pemotretan kepada jasa fotografi misalnya photograpy Jakarta.
Persiapan
Pengantin wanita saat menjalani rias wajah dan rambut.
Gaun pengantin atau jas yang digantung di hanger, dihamparkan di ranjang, atau menjuntai di sandaran kursi.
Still life shots dari sepatu, perhiasan, dasi, dan pernik lainnya.
Detail foto dari buket bunga pengantin wanita dan pengirinya.
Foto candid saat pengiring pengantin mengenakan pakaiannya.
Ibu membantu mengancingkan gaun atau kebaya pengantin.
Ibu membantu merapikan pakaian pengantin, seperti veil gaun pengantin atau lipatan kain
kebaya.
Foto seluruh badan dari pengantin yang sudah mengenakan gaun atau kebayanya sambil berkaca di cermin.
Ayah menatap pengantin putri dalam gaun atau kebayanya.
Pengantin putri bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
Pengantin putri bersama para pengiringnya.
Pengantin pria bersiap bersama ayah dan pengiringnya.
Foto close-up dari cincin kawin.
Pengantin pria bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
Pengantin pria bersama para pengiringnya.
Pengantin pria merapikan dasi atau kancing jas atau beskapnya.
Kedua pengantin secara terpisah berangkat menuju lokasi pemberkatan atau akad.
Upacara perkawinan
Bagian interior atau eksterior dari lokasi upacara sebelum tamu tiba.
Kedua pengantin menunggu untuk memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.
Ekspresi kedua pengantin secara close-up saat memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.
Kedua orangtua pengantin berjalan memasuki tempat upacara.
Orangtua dan keluarga pengantin menempati tempat duduk masing-masing.
Kedua pengantin duduk di tempat yang sudah disediakan.
Ekspresi kedua orangtua pengantin saat upacara berlangsung.
Wide shot dari altar atau mesjid, dari sudut pandang tamu.
Wide shot tamu, dari sudut pandang pasangan pengantin.
Momen khusus seperti saat pengantin pria mengucapkan ijab kabul.
Close-up dari pengantin pria dan wanita saat mengucapkan janji perkawinan.
Close-up tangan pengantin pria dan wanita saat bertukar cincin.
Sungkem, cium, dan peluk
Kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua untuk meminta restu.
Kedua pengantin saling mencium pipi.
Ekspresi close-up dari kedua pengantin setelah sah menjadi suami-istri.
Kedua pengantin berpelukan dengan keluarga dan teman-teman.
Kedua pengantin berjalan keluar dari tempat upacara.
Sebelum resepsi
Pengantin pria dan wanita berdiri bersama.
Pengantin wanita dengan orangtua.
Pengantin wanita dengan saudara-saudaranya.
Pengantin wanita dengan seluruh keluarga.
Pengantin pria dengan orangtua.
Pengantin pria dengan saudara-saudaranya.
Pengantin pria dengan seluruh keluarga.
Kedua pengantin dengan orangtua pengantin wanita.
Kedua pengantin dengan orangtua pengantin pria.
Kedua pengantin dengan kedua orangtua pengantin.
Kedua pengantin dengan seluruh anggota keluarga.
Kedua pengantin dengan para pengiring pengantin.
Kedua pengantin dengan seluruh panitia.
Resepsi
Bagian eksterior maupun interior dari tempat event party.
Still-life shots dari bunga, menu, dekorasi, table setting, kue pengantin, tumpeng, atau gelas
Champagne (bila ada).
Tamu-tamu tiba, dan menandatangani buku tamu.
Kedua pengantin tiba.
Ekspresi para temu menyaksikan kehadiran kedua pengantin.
Kedua pengantin menyesap Champagne.
Kedua pengantin saling bertegur sapa dengan tamu.
Kedua pengantin saling berdansa (bila ada).
Kedua pengantin menerima salam dari para tamu.
Ekspresi close-up dari kedua pengantin saat menyambut tamu.
Shot dari MC atau pengisi acara tengah tampil.
Kedua pengantin memotong kue pengantin atau tumpeng.
Bouquet toss (lempar bunga).
Kedua pengantin keluar dari tempat resepsi.
Mobil pengantin, serta saat kedua pengantin memasuki mobil.
kompas.com
Trik Memutuskan Pilihan Dalam Foto Studio Pernikahan
Jika Anda memilih untuk melakukan foto studio wedding yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer. Wedding photo Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.
Payung dan kotak-kotak yang terdapat di studio wedding dimanfaatkan untuk membuat pencahayaan fotografi pernikahan yang lebih lembut. Untuk itu Anda harus menyimak betul penampilan Anda sebelum dipotret di studio photo tersebut. Perhatikan apakah gradasi putih gaun pengantin Anda akan terlihat cukup tajam nantinya, untuk ini yang mesti Anda lakukan adalah bercermin pada kaca tiga dimensi, tidak hanya pada cermin datar yang biasa Anda lakukan.
Jika Anda membuat perjanjian mengenai wedding photography, misalnya jumlah foto yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan wedding photo Anda dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja. Pastikan bahwa Anda dan pasngan membuat perjanjian tertulis dengan studio photo atau fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen wedding photography mereka.
www.kandadindasouvenir.com